Jalasutra
Cari Buku
;
 
Jalasutra

Secara harfiah, kata Jalasutra terdiri atas dua kata: jala dan sutra. Gabungan keduanya merujuk pada sebuah entitas yang bisa digunakan untuk menjaring gagasan dan pemikiran yang orisinal, relevan, kaya, kritis, dan membawa nilai kebaruan, yang tersebar dalam dunia wacana di Indonesia.

Penerbit Jalasutra sudah mengembangkan ranah garapan ke pelbagai bidang: seni, desain, komunikasi, politik, feminisme, sains, teori dan kritik sastra, psikologi, dan kajian sosial. Dalam dunia sastra, Jalasutra juga melebarkan sayap dengan menerjemahkan karya sastra dunia dan karya para pemenang nobel.

 
Untitled Document
Kategori
Berita
Buku Baru
 
 
Detail Buku
Feminisme, Femininitas, dan Budaya Populer
Penulis
: Joanne Hollows
Tahun Terbit
: 2010
Cetakan Ke
: 1
Kategori
: Feminisme/Gender
Divisi
: Jalasutra
Best Seller
: Tidak
Halaman
: 304
Harga
: 47000
Ukuran
: 15 x 21 cm
ISBN
: 978-602-8252-28-7
Resume
Dalam kajian pengantar yang mudah dipahami ini, penulis mengidentifikasi beberapa pendekatan feminis kunci terhadap budaya populer dari tahun 1960-an sampai 1990-an. Penulis juga menunjukkan bagaimana hubungan antara feminisme, femininitas, dan budaya populer sering bermasalah satu sama lain. Buku ini memperkenalkan gagasan utama tentang feminisme gelombang-kedua dan feminis cultural studies lalu membeberkan bagaimana para feminis menginformasikan perdebatan di kalangan mereka tentang jangkauan bentuk-bentuk dan praktik populer pada beberapa kasus kajian: film perempuan, fiksi romantis, opera sabun, budaya konsumsi dan material, praktik fashion dan kecantikan; juga budaya anak muda dan musik pop. Sembari menampilkan hubungan-hubungan posisi feminis dalam pelbagai disiplin kajian yang berbeda, Joanne Hollows mengidentifikasi pelbagai metode dimana feminisme acapkali didasarkan pada penolakan budaya populer sekaligus femininitas. Buku ini meninjau jalan dimana kritik para feminis telah menggambarkan perbedaan kultural antara apa yang “feminis” dan yang tidak, sambil menunjukkan bagaimana identitas feminis seringkali diproduksi sebagai bentuk penolakan atas bentuk dan praktik feminin. Terakhir, buku ini menampilkan bagaimana implikasi posisi tersebut terhadap posisi politik budaya feminis. Penulis juga mengilustrasikan betapa penting memahami identitas feminin dan feminis sebagai salah satu situs perjuangan dalam konteks historis yang spesifik. Joanne Hollows, dosen senior dalam Kajian Media dan Budaya di Nottingham Trent University.
Belum ada Komentar pada buku ini
Beri Komentar
 Nama *
 
Untitled Document